Pengikut

Jumat, 19 November 2010

To Be the Moeslem Enterpreneur

Sedikit lihat kanan kiri, luar dalam, atas bawah (liat apaan??) penjajahan mental
yang sudah mengakar kokoh .. . mental manja, peminta, karyawan, pemalu, gengsi, dan seabrek mental2 perusak. Banyak di antara kita setuju (analisis pribadi lho) jika mental tersebut di tempatkan pada tempatnya bisa memberi hal positif contohnya : mental pemalu jika malu untuk melakukan hal yang melanggar syari'at itu bagus, mental karyawan kalo bekerja di perusahaan yang super di siplin (di jepang kalee..) itu cocok.
tapi kalo mental-mental itu gak pada tempatnya?? kita sudah langsung lihat faktanya masyarakat bangsa kita sedang kebelenggu sama penjajahan mental, ini dapat di lihat numpuknya mahasiswa kos (maaf demi kebenaran sobat!!) yang senengnya ngulurin tangan ke ortu ... bahkan hal yang miris para dosen2 kebanyakan di kampus (ini dari buku & sekilas merhatiin di kampus) membentuk robot yang berlomba-lomba cari kerja, akibatnya kompetisi untuk dapat pekerjaan luar biasa ramainya korban pengangguran semakin menumpuk karena hanya orang tertentu yang di ambil dari orang-orang yang memang punya skill lebih dari yang lain, karena hubungan kerabat (nepotisme), atau menjadikan uang sebagai alat pelicin.
akhirnya TKW semakin banyak yang di ekspor, pencurian sampai perampokan adalah hal yang hampir lumrah, sikap egois semakin jadi-menjadi (mikirin diri sendiri aja susah ngapain mikirin orang lain , tu alasanya) bahkan melunturkan sikap saling peduli, (trus apaan solusinya?)dobrak keterbatasan ini solusinya, insyAllah.
sekarang bukan saatnya kita mempersempit lapangan kerja dengan merebutkan pekerjaan tapi membuat lapangan pekerjaan, jika kita mampu membuat lapangan kerja untuk dua orang saja artinya kita menyelamatkan dua orang yang lain dan begitulah seterusnya.
kebingungan adalah hal yang wajar untuk awal kita membuka usaha, tapi jangan ngitung2 kalo belum melangkah itu salah satu jurus mujarab untuk mengawali usaha, sebagai faktanya saya pribadi awalnya saya modal nekat dan tekad untuk terus berusaha dan kini jalan2nya udah mulai kelihatan dari jualan madu sampe jadi distributor (sekarang sedang berusaha bikin perusahaan madu) n lagi ngrintis bikin warnet, saudaraku ... mental seorang pengusaha amat sangat di butuhkan untuk meminimalisir TKW, pengangguran, dan yang pasti anda bisa menjadi orang yang bermanfaat "khoirunnas anfauhum linnas"(sebaik-baik manusia yang bermanfaat untuk orang lain). Allah akan merubah keadaan jika kita berusaha sebisa mungkin untuk merubah keadaan! awali dengan rajin silaturahmi dan tidak enggan untuk bertanya-tanya tentang bisnis pada pembisnis sukses, sering baca buku untuk calon pengusaha, gagal sekali usaha sekali lagi begitu seterusnya. Allah yang menjamin Rejeki maka sewajarnya kita tenang terkait masalah buka usaha!!! yuk berlomba-lomba jadi pengusaha muslim, sahabat yakni Umar Bin Khattab ra bisa berpenghasilan kurang lebih 300 milyar perbulan (jika di rupiahkan)dan siapakah pengganti beliau? kita , kitalah penggantinya (amin). let's take action!!!

7 komentar:

  1. mental seorang pengusaha di indonesia perlu digalakkan. .
    stop berpikir dengan otak kiri .. .
    hidup nganaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaann :D

    BalasHapus
  2. oke boleh di coba ni

    BalasHapus
  3. silakan, mudah2n ktagihan . he2

    BalasHapus
  4. @ ada akbar boleh tu .

    BalasHapus
  5. Perlu Perombakan paradigma pendidikan..
    Maklum yang ngrancang Kurikulum para ahli yang cenderung otak kiri yang terlalu teoritis..

    Belajar seumur hidup adalah harga mati bagi pribadi yang ingin hidup mandiri.

    BalasHapus
  6. Sudah saatnya Perlu perombakan Paradigma pendidikan. maklum, para ahli yang ada di sana kebanyakan otak kiri..

    BalasHapus
  7. Betul sob, terlalu teoritis juga menyebabkan kemandegan maju.. saatnya otak kanan di galangkan du dunia pendidikan, seperti sikap enterpreneur ulung.

    BalasHapus